Bertanam cabe tidak harus
mempunyai lahan yang luas, ada cara lain yang lebih efektif dapat
ditempuh dengan memanfaatkan pot, polybag, atau dapat pula digunakan
dari berbagai barang-barang bekas yang ada di sekitar kita seperti ;
ember plastik, drum bekas, kaleng cat, dll.
Pada awalnya bertanam
cabe dalam pot dilakukan sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan
yang tersedia. Dalam perkembangannya, bercocok tanam cabe dalam wadah
memiliki nilai artistik tersendiri sehingga selain bisa menikmati
buahnya, keindahan pohon, dan warna-warni buahnya juga bisa dinikmati.
Tidak mengherankan jika sekarang bercocok tanam cabe dalam wadah semakin
banyak digemari orang dan telah menjadi hobi masyarakat perkotaan.
Salah
satu keuntungan bertanam cabe menggunakan wadah adalah resiko kegagalan
dapat diperkecil. Pasalnya, faktor lingkungan yang menjadi syarat
tumbuh dapat dengan mudah direkayasa sesuai dengan kebutuhan.
LANGKAH KEGIATAN :
1. Menyiapkan Bibit dengan cara :
- Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
- Buang bagian pangkal dan ujungnya.
- Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
- Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.
- Rendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit.
- Rendam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Perangsang akar tidak perlu dibeli, bikin saja sendiri. Caranya, ambil bawang merah, yang jelek-jelek saja, kira-kira sebanyak 1 ons kemudian ditumbuk (tidak perlu halus). Rendam dengan ½ liter air. Setelah didiamkan selama 1 jam saring dan ambil airnya. Campurkan air hasil saringan dengan 5 liter air yang akan digunakan untuk merendam benih.
- Benih mengapung setelah direndam harus dibuang, karena pertumbuhannya tidak akan maksimal. Benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi.
- Siapkan media semai bersamaan dengan perendaman benih, berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang, perbandingan 1 : 1. Masukan media semai ke dalam plastik es ber diameter 3-5 cm, tinggi 6 cm dan beri lubang secukupnya, siram larutan perangsang akar.
- Semaikan benih satu per satu, tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat.
- Jaga kelembaban dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut.
- Bibit dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.
a. Penyiapan Media Tanam, merupakan tempat
berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman yakni menyerap
makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah
siap paling lambat dua minggu sebelum tanam, terdiri dari tanah gembur
atau top soil,
kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan volume sama banyak yang
diaduk sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot/polybag yang
memiliki diameter minimal 30 cm.
Fungsi bahan media tanam :
- Tanah untuk mengikat unsur hara yang diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation.
- Kompos untuk menjaga
- Pupu Kandang untuk menjamin tersedianya bahan penting untuk pertumbuhan tanaman
b. Seminggu sebelum tanam, media tanam disiram dengan cairan perangsang tumbuh.
c. Bibit ditanam, minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus.
d. Cara penanamannya :
- Buat lubang di tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
- Buka plastik bibit dengan cara dorong dari bawah dan jari menggenggam bagian atas. hati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan akar terputus.
- Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
- Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
- Siram media tanam dengan air biasa secara merata.
- Apabila cuaca panas, agar diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian, disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki.
- Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari, kecuali cuaca hujan
- Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor pupuk perangsang tumbuh, cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
- Lakukan Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
- Pencabutan tanaman liar di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
- Serangan hama atau penyakit, lakukan dengan menyemprotkan pestisida.
Dibanding dengan bedengan tanah, penyemaian dengan polybag ini
lebih menguntungkan,mengurangi resiko kematian bibit muda yang akan
dipindahkan ke Polybag besar. Pengunaan polybag untuk pesemaian dipilih
yang ukuran lebih kecil ukuran 10 cm, lebar 4-6 cm dan tebal 0.5 mm atau
kita pilih ukuran besar seperti untuk pemindahan akhir. Polybag yang
kita dipasaran biasanya sudh ada lubang aerasi , lubang pengairan. Bila
masih kurang banyak di tambah lubang disekliling polybag.
Polybag yang akan dijadikan tempat pesemaian kita siapkan, masukkan
tanah subur, kompos yang banyak mengandung humus. Lebih bagus lagi tanah
kompos / humus kita ayak untuk menghilangkan kotoran atau terlalu besar
butiran tanah. Kedalam media itu juga ditambahkan 150 gr TSP atau NPK
80 gr NPK serta 75 gram Pestisida ( bisa menggunakan Furadan,Petrofur,
Indofuran, Curater, dll)
TEKNIK PERSEMAIAN CABE RAWIT
Pemilihan Benih
Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting dalam
budidaya cabe rawit. Kualitas benih yang baik sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan usaha budidaya cabe rawit menuju capaian mutu
produk yang kompetitif. Meskipun benih yang di gunakan oleh para petani
cabe rawit di Desa Hiyung berasal dari pertanaman mereka sendiri, namun
dalam pemilihannya sebagian besar telah menerapkan seleksi terhadap
tanaman sumber benih, baik fase vegetatif maupun fase generatif.
Antara lain :
• Pada saat di persemaian seleksi di lakukan dengan membuang semaian yang sakit, tipe simpang dan varietas lain.
• Demikian juga setelah bibit / semaian di pindahkan ke lahan pertanaman maka tanaman sumber benih harus benar-benar sehat, berbuah lebat serta bebas hama dan penyakit.
• Setelah panen dilakukan juga seleksi dengan memilih buah yang matang sempurna (merah cerah), besarnya kurang lebih seragam serta membuang buah yang bentuknya tidak normal maupun terlihat adanya tanda-tanda serangan hama atau penyakit.
Antara lain :
• Pada saat di persemaian seleksi di lakukan dengan membuang semaian yang sakit, tipe simpang dan varietas lain.
• Demikian juga setelah bibit / semaian di pindahkan ke lahan pertanaman maka tanaman sumber benih harus benar-benar sehat, berbuah lebat serta bebas hama dan penyakit.
• Setelah panen dilakukan juga seleksi dengan memilih buah yang matang sempurna (merah cerah), besarnya kurang lebih seragam serta membuang buah yang bentuknya tidak normal maupun terlihat adanya tanda-tanda serangan hama atau penyakit.
Setelah proses seleksi seperti tersebut diatas dilakukan, maka buah-buah
sumber benih di buang bagian pangkalnya, dimasukkan dalam ember berisi air,
direndam selama semalam, keesokan harinya barulah di blender sebentar
untuk memisahkan biji dan kulitnya. Hasil yang sudah di blender
dimasukkan dalam ember yang telah terisi air sampai penuh. Biarkan
biji-bijinya tenggelam, biji yang terapung beserta ampas dibuang, yang
diambil hanya biji yang tenggelam. Ditiriskan sebentar sambil di
angin-anginkan. Biji-biji tersebut kemudian di jemur diatas niru yang
telah di alasi koran sampai kering. Jika cuaca panas dalam dua hari
sudah bisa kering. Setelah di jemur sampai kering, biji/benih di
angin-anginkan sampai betul-betul dingin baru kemudian disimpan dalam
wadah tertutup (biasanya mereka lakukan di malam hari). Lebih kurang dua
bulan kemudian biasanya benih ini baru mereka gunakan (untuk musim
tanam berikutnya).
Menyemai Benih
Menyamai benih di lakukan dengan cara :
• Terlebih dahulu media semai di siapkan berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 dalam wadah peti kayu berbentuk persegi atau persegi panjang (panjang, lebar dan tinggi di sesuaikan dengan keinginan, kemampuan dan jumlah benih yang akan disebar), siram.
• Benih di rendam dalam air hangat selama lebih kurang 30 menit. Tetapi yang lebih sering mereka lakukan adalah merendamnya dalam air biasa selama semalam. Di tiriskan dan di angin-anginkan barulah di sebar ke media semai.
• Setelah benih di sebar merata, tutup dengan media, tipis saja. Peti kemudian di tutup rapat dengan karung/plastik/kain basah agar kelembabannya terjaga. Tiga atau empat hari kemudian tutupnya di buka, biasanya benih sudah mulai tumbuh.
• Ada yang khas pada teknik persemaian mereka, yaitu "mengapal". Siapkan peti lain dan media dengan komposisi yang sama dengan media semai. Masukan sebagian media kedalam peti sampai sepertiga tinggi peti. Sisa media di basahi dan di gunakan untuk "mengapal". Kegiatan "mengapal" di lakukan pada saat benih telah tumbuh plumula atau lebih kurang 4 minggu setelah semai. Ambil 1-2 bibit cabe rawit, pulung dengan media yang sudah di basahi, bentuk menjadi bulatan sebesar kelereng. Letakkan bibit yang sudah di pulung ke atas peti yang sudah di isi media tadi
• Setelah air terlihat keluar dari media "kapalan" bibit sudah siap di tanam. Biasanya sudah berdaun 4-5 helai
• Untuk mengendalikan hama/penyakit di persemaian biasanya mereka menggunakan furadan, dithane dan matador dengan dosis separo daridosis yang tertera di kemasan.
• Terlebih dahulu media semai di siapkan berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 dalam wadah peti kayu berbentuk persegi atau persegi panjang (panjang, lebar dan tinggi di sesuaikan dengan keinginan, kemampuan dan jumlah benih yang akan disebar), siram.
• Benih di rendam dalam air hangat selama lebih kurang 30 menit. Tetapi yang lebih sering mereka lakukan adalah merendamnya dalam air biasa selama semalam. Di tiriskan dan di angin-anginkan barulah di sebar ke media semai.
• Setelah benih di sebar merata, tutup dengan media, tipis saja. Peti kemudian di tutup rapat dengan karung/plastik/kain basah agar kelembabannya terjaga. Tiga atau empat hari kemudian tutupnya di buka, biasanya benih sudah mulai tumbuh.
• Ada yang khas pada teknik persemaian mereka, yaitu "mengapal". Siapkan peti lain dan media dengan komposisi yang sama dengan media semai. Masukan sebagian media kedalam peti sampai sepertiga tinggi peti. Sisa media di basahi dan di gunakan untuk "mengapal". Kegiatan "mengapal" di lakukan pada saat benih telah tumbuh plumula atau lebih kurang 4 minggu setelah semai. Ambil 1-2 bibit cabe rawit, pulung dengan media yang sudah di basahi, bentuk menjadi bulatan sebesar kelereng. Letakkan bibit yang sudah di pulung ke atas peti yang sudah di isi media tadi
• Setelah air terlihat keluar dari media "kapalan" bibit sudah siap di tanam. Biasanya sudah berdaun 4-5 helai
• Untuk mengendalikan hama/penyakit di persemaian biasanya mereka menggunakan furadan, dithane dan matador dengan dosis separo daridosis yang tertera di kemasan.
tips pemindahan bibit, pemeliharaan & perawatan, pemanenan :
- Pemindahan bibitSetelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Pemeliharaan dan perawatan
- Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
- Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
- Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
- Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.
- Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alam.
Pemanenan
- Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.
- Tutorial cara menanam cabe ini cocok diterapkan pada pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat.
Daftar Pustaka :
- http://cybex.deptan.go.id
- http://bertanimandiri.blogspot.com/2010/08/meningkatkan-produksi-padi-2.html
- http://hijau-sehat.blogspot.com/
- http://www.alamtani.com/cara-menanam-cabe.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar